Hati-hati!, Apa Hiburanmu…?

Mengapa orang mencari hiburan? Tentu jawabannya dapat beragam sesuai dengan latar belakang orang tersebut. Biasanya adalah karena kepenatan dalam melakukan rutinitas, seperti bekerja, mengurus rumah tangga, dan lain sebagainya.

Hiburan Haruslah yang Bermanfaat.

Hiburan memang mampu membuat hati yang tegang menjadi tenang dan badan yang capek menjadi rileks, tantu saja jika dilakukan dengan proporsional dan secukupnya, namun jika berlebih-lebihan maka akan yang terjadi adalah sebaliknya.

Dalam mendefinisikan Hiburan, setiap orang berbeda-beda. Namun pada dasarnya Hiburan adalah sesuatu yang membuat orang yang melakukannya menjadi senang dan gembira. Sehingga sifat hiburan itu pun dapat terbagi menjadi menjadi dua yaitu positif dan negatif.

Ada banyak orang yang menghibur dirinya dengan hal-hal/aktivitas-aktivitas yang positif seperti membantu orang lain, menbaca Al-Qur’an dan buku, mengikuti kajian-kajian, aktif di organisasi dakwah dan lain-lain. Walaupun jika dilihat kegiatan-kegiatan tersebut tergolong berat namun karena mindset (cara pandang) orang tersebut sudah terbentuk sedemikian rupa maka mereka akan merasa rugi jika waktu libur mereka digunakan untuk kegiatan yang lain.

Jalan-jalan ke Mall dan Nonton Film di Bioskop

Ada banyak pula orang yang menghibur dirinya hal-hal yang negatif (terlepas apakah mereka tahu atau tidak, hiburan yang mereka nikmati adalah hal negatif).

Sebagai contoh adalah Jalan-jalan ke Mall dan Nonton Bioskop, karena sudah menjadi hal yang wajar di kalangan masyarakat maka jenis hiburan tersebut dianggap biasa dan lumrah, yang lebih ekstrim lagi adalah jika tidak mengenal hal tersebut maka dianggap tidak gaul dan ketinggalan jaman.

Orang boleh-boleh saja Jalan-jalan ke Mall/Pasar jika ada keperluannya (yaitu belanja), namun jika niatnya adalah hanya untuk jalan-jalan saja sambil ”cuci mata” tentu buka pahala yang didapat melainkan dosa yang akan menjerumuskan ke dalam neraka.

Yang kedua adalah Nonton di Bioskop, kebanyakan orang saat ini latah dalam menerima budaya luar yang tidak sesuai dengan tuntunan agamanya. Tanpa menyaring dan mempertimbangkan baik buruknya bagi mereka.

Jika diteliti ada hal yang tidak baik dalam Nonton Film di Bioskop, diantaranya adalah Ikhtilat (bercampur baurnya antar laki-laki dan perempuan), kemudian filmnya sendiri juga kadang mengandung banyak kemaksiatan baik dari segi tema ataupun proses pembuatannya, sehingga hal-hal yang buruk dalam film tersebut akan membuka pintu-pintu dosa yang lain semakin melebar.

Ingatkan Saudaramu Atau Kalian Semua Akan Dilaknat

Melalui tulisan ini saya ingin mengingatkan kepada keluargaku, saudaraku, teman-teman kerjaku, rekan-rekan bisnisku agar menghindari hal-hal yang dilarang oleh Allah swt dan Rasul-Nya. Jika ingin nonton di Bioskop maka pastikan Bioskop tersebut dikelola dengan Syar’i sesuai tuntunan agama (seperti pemisahan antara tempat duduk pria dan wanita, film yang diputar tidak mengandung kemaksiatan dan lain-lain).

Demikian juga diantara kita hendaklah selalu saling mengingatkan dan saling mencegah untuk berbuat kemungkaran, agar tidak seperti Bani Israil yang dilaknat oleh Allah swt karena saling membiarkan diantara mereka berbuat dosa,

Allah swt berfirman dalam surat Al-Maidah ayat 78-79 yang artinya: ”Orang-orang kafir dari bani israil telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Dawud dan Isa Putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampui batas (78). Mereka tidak saling mencegah perbuatan mungkar yang selalu mereka perbuat. Sungguh amat buruk apa yang mereka perbuat (79)”

Wallahu A’lam Bishshowat.

1 Hari = 3 Juz, Berani…?




    Tinggalkan Balasan

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

    Connecting to %s



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.